Langsung ke konten utama

Kuatkan Dirimu!

Kita lemah karena dari 'lemah'
Tanah itu berilmu, ia menumbuhkan pepohonan dan mengokohkan para penghuni tanah
Kita seharusnya berilmu karena sejatinya tanah adalah tempat berpijak kita yang kuat
Maka kita bukan lemah sebenarnya kita mampu dan kuat menghadapi detik demi detik berganti hari minggu bahkan sekarang
Terimakasih karena badan ini telah kuat menjalani lika liku hidup
Yakini kita tidak sendiri, Ia ada
Pun teman yang peduli sudah lebih dari cukup
Tidak ada alasan untuk menjadi lemah dan lelah
Hidup terus melangkah
Menuju muara bersama Sang pemberi arah
Maka lihatlah 204 pasang mata 
Mengarah pada kita 
Merekalah para kader generasi Romo
Maka, kuatlah! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Engkau yang tak mungkin terlupa

Ku tak tahu jalan apa yang sudah engkau lalui: Rintangan,  Cobaan,  Gurauan,  Candaan  : itu lalu beralih membiru  Beku bagai bingkai tersapu angin,  tak mungkin  tak mudah melepas.  Rindu.  Rindu itu sekarang. Saat semua yang telah dilalui berangsur terlupa, sudahkah ku mengenal dengan baik,  engkau yang sekarang ada di hadapanku.  Bukan, bukan lupa,  memori itu tersimpan baik  di tempat dimana hanya aku  yang bisa menyambangi,  karena kenangan itu ada karena engkau ada.   : terimakasih hadirmu. Tanjunganom, 18 Maret 2021

Kita hidup di dunia media sosial kita masing-masing.

Beberapa kali seliweran status wa anak-anak SMA yang memampangkan atau memasang status chat mereka masing-masing. Beragam isinya. Ada yang memasang status obrolan dengan pacarnya, obrolan dengan temannya di pondok maupun di rumah. Isinya sih entah saya masih belum paham dengan arahnya. Ada yang saling adu pacarnya dengan teman laki-lakinya. Misal, mengunggulkan pacarny masing-masing. Memasang obrolan terkait kecemburuan yang perempuan. Hal-hal semacam itu mereka upload. Ya, obrolan. Atau sekedar ucapan selamat ulang tahun, juga dipasanh berjejer-jejer baik itu di whatsap maupun di status instagram.