Langsung ke konten utama

Jumat Bukan Keramat

 Jumat, 25 November 2022 bertepatan hari ini adalah hari guru nasional, seperti biasa memang tidak ada yang spesial di hari ini, hingga siang saat jam 10.00 anak-anak SD POMOSDA ternyata sudah menyapkan kartu ucapan buat guru-guru kelasnya dan berbagai kata ucapan terimakasih dari mereka, hingga kelas 5 saat jam pelajaran bahasa indonesia bersama ustadzah Danik, anak-anak dimintai tolong untuk membuat kartu ucapan dan dibebaskan diberikan kepada siapa dan berapa ustadzah, anak-anak banyak juga yang memberikan ke saya dan membuat saya terharu. Yang paling berkesan justru "ustadzah jangan galak-galak". "ustazah, kami kelas 5 kangen ustadzah yang dulu yang tidak galak". Ya Allah ternyata aku sudah galak ini, heheheee.... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Engkau yang tak mungkin terlupa

Ku tak tahu jalan apa yang sudah engkau lalui: Rintangan,  Cobaan,  Gurauan,  Candaan  : itu lalu beralih membiru  Beku bagai bingkai tersapu angin,  tak mungkin  tak mudah melepas.  Rindu.  Rindu itu sekarang. Saat semua yang telah dilalui berangsur terlupa, sudahkah ku mengenal dengan baik,  engkau yang sekarang ada di hadapanku.  Bukan, bukan lupa,  memori itu tersimpan baik  di tempat dimana hanya aku  yang bisa menyambangi,  karena kenangan itu ada karena engkau ada.   : terimakasih hadirmu. Tanjunganom, 18 Maret 2021

Kita hidup di dunia media sosial kita masing-masing.

Beberapa kali seliweran status wa anak-anak SMA yang memampangkan atau memasang status chat mereka masing-masing. Beragam isinya. Ada yang memasang status obrolan dengan pacarnya, obrolan dengan temannya di pondok maupun di rumah. Isinya sih entah saya masih belum paham dengan arahnya. Ada yang saling adu pacarnya dengan teman laki-lakinya. Misal, mengunggulkan pacarny masing-masing. Memasang obrolan terkait kecemburuan yang perempuan. Hal-hal semacam itu mereka upload. Ya, obrolan. Atau sekedar ucapan selamat ulang tahun, juga dipasanh berjejer-jejer baik itu di whatsap maupun di status instagram.