Boleh kan menangis? Siapa bilang menangis dilarang. Hanya dengar kalau laki-laki tidak boleh menangis, sungguh kejam dunia ini jika laki-laki saja tidak boleh menangis, ke mana mereka melepaskan tetesan air mata itu, apa mereka tahan di dada mereka yang bidang dan luas itu? Pikulan beban mereka lebih berat namun mereka dilarang menangis. "Stop laki kok nangis". Saya tidak bisa membayangkan jika saya dilarang untuk menangis, mungkin saya bisa gila. Membayangkan saja sudah buat saya mewek. Larangan menangis tidak berlaku untuk perempuan, perempuan boleh menangis bahkan di tengah-tengah kerumunan sekalipun, mereka boleh menangis di mana saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Sah! Saya beruntung sebagai perempuan, dalam konstruksi sosial masyarakat indonesia, perempuan boleh menangis. Berarti sungguh kejam hidup laki-laki, dilarang menangis.
Ku tak tahu jalan apa yang sudah engkau lalui: Rintangan, Cobaan, Gurauan, Candaan : itu lalu beralih membiru Beku bagai bingkai tersapu angin, tak mungkin tak mudah melepas. Rindu. Rindu itu sekarang. Saat semua yang telah dilalui berangsur terlupa, sudahkah ku mengenal dengan baik, engkau yang sekarang ada di hadapanku. Bukan, bukan lupa, memori itu tersimpan baik di tempat dimana hanya aku yang bisa menyambangi, karena kenangan itu ada karena engkau ada. : terimakasih hadirmu. Tanjunganom, 18 Maret 2021
Komentar
Posting Komentar